Tingkat · Hambatan mental

Pengalihan (displacement): mekanisme pertahanan diri dan contohnya

Pengalihan adalah mekanisme pertahanan diri ketika kamu mengarahkan suatu perasaan, biasanya amarah, dari orang atau situasi yang memicunya ke sasaran yang lebih aman. Perasaannya tetap sama; hanya alamatnya yang berubah. Contoh klasiknya: atasan mengkritikmu, lalu malamnya pasangan atau anakmu yang kena bentak.

Melindungimu dari

Risiko mengarahkan perasaan kepada orang yang sebenarnya dituju.

Contoh Pengalihan (displacement)

Di rumah

Atasanmu mempermalukanmu dalam rapat. Saat makan malam, kamu membentak pasanganmu gara-gara cara dia mencuci piring.

Dengan anak

Kamu takut soal keuangan dan jadi keras pada anak-anak untuk hal-hal kecil.

Di jalan

Setelah bertengkar dengan ibumu, kamu jadi mengamuk pada pengemudi lamban di depanmu.

Pada diri sendiri

Kamu tidak bisa marah pada orang tua yang pergi meninggalkanmu, jadi kamu murka pada dirimu sendiri untuk setiap kesalahan kecil.

Pengalihan (displacement), langkah demi langkah

Satu momen, ditelusuri mata rantai demi mata rantai. Pertahanan adalah mata rantai yang membuat sisanya tetap tersembunyi.

Momennya

Atasanmu menulis ulang laporanmu tanpa bertanya.

  1. 01 · PerhatianCoretan merah di seluruh hasil kerjamu.
  2. 02 · InterpretasiAku tidak bisa bilang apa-apa. Aku butuh pekerjaan ini.
  3. 03 · EmosiMerasa dipermalukan, lalu marah.
  4. 04 · TubuhWajah memanas, tangan mengepal di bawah meja.
  5. 05 · PertahananPengalihan: amarah itu menunggu sampai menemukan seseorang yang aman.
  6. 06 · Keyakinan akarMelawan orang yang punya kuasa itu berbahaya.
  7. 07 · TindakanDi rumah, kamu memulai pertengkaran soal cucian piring.

Bagaimana rasanya di tubuh

Amarah yang dialihkan membawa muatan yang tidak bisa dijelaskan oleh momennya: wajah panas, suara meninggi, dada sesak karena hal sepele. Orang sering baru menyadarinya belakangan, sebagai rasa bersalah, atau sebagai perasaan bahwa reaksi itu sebenarnya tidak pernah soal cucian piring.

Keyakinan yang sering dilindunginya

  • Tidak aman marah pada orang yang punya kuasa atasku.
  • Kalau aku menunjukkan perasaanku, aku akan kehilangan mereka.
  • Perasaanku adalah beban.

Bedanya dengan mekanisme lain

Proyeksi
Proyeksi tidak mengakui perasaan itu sebagai milikmu, sehingga perasaan itu seolah milik orang lain. Pengalihan tetap mengakui perasaan itu sebagai milikmu, tetapi mengarahkannya ke orang lain.
Agresi pasif
Agresi pasif menyampaikan amarah kepada orang yang tepat, secara tidak langsung. Pengalihan menyampaikannya secara langsung, kepada orang yang salah.

Matang atau belum matang?

Tingkat · Hambatan mental

Menjauhkan perasaan atau gagasan yang mengancam dari kesadaran, sementara kamu tetap berfungsi.

Pada Skala Fungsi Pertahanan DSM-IV, pengalihan termasuk tingkat hambatan mental. Saat itu juga, ia bisa mencegah konflik yang tidak sanggup kamu tanggung. Harganya dibayar oleh orang-orang terdekatmu, sementara situasi aslinya tetap seperti semula, sehingga siklusnya berulang.

Pertanyaan untuk mengenalinya dalam dirimu

Ini bukan tes. Jawablah untuk satu momen tertentu, bukan untuk hidupmu secara umum.

  1. Siapa yang paling sering kena imbas suasana hatiku yang terburuk, dan apakah mereka penyebabnya?
  2. Apa yang terjadi lebih awal pada hari ketika aku meledak?
  3. Siapa di hidupku yang terasa berbahaya untuk aku marahi?
  4. Apa yang akan aku katakan kepada sasaran sebenarnya kalau itu aman?

Pertanyaan umum

Apa contoh pengalihan (displacement)?
Seseorang yang ditegur di tempat kerja pulang ke rumah dan membentak pasangannya karena hal sepele. Amarahnya berasal dari situasi kerja, tetapi dilampiaskan di tempat yang terasa aman.
Apakah pengalihan sama dengan proyeksi?
Tidak. Dalam pengalihan, kamu tahu kamu marah dan mengarahkannya ke orang yang salah. Dalam proyeksi, kamu sama sekali tidak merasakan perasaan itu sebagai milikmu; kamu melihatnya pada orang lain.
Bisakah pengalihan menjadi sehat?
Melampiaskan amarah pada samsak atau lari yang berat adalah bentuk pengalihan yang tidak merugikan siapa pun, dan bisa bergeser menjadi sublimasi. Ia menjadi tidak sehat ketika orang lain harus menampung perasaan yang sebenarnya bukan untuk mereka.

Mekanisme pertahanan terkait

Mekanisme pertahanan diri

Sumber

  • Freud, A. (1936). The Ego and the Mechanisms of Defence. London: Hogarth Press.
  • American Psychiatric Association (2000). Defensive Functioning Scale. In Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th ed., text rev. (DSM-IV-TR), Appendix B.
  • Vaillant, G. E. (1992). Ego Mechanisms of Defense: A Guide for Clinicians and Researchers. Washington, DC: American Psychiatric Press.

Diperbarui: