Tingkat · Hambatan mental

Represi: mekanisme pertahanan diri dan contohnya

Represi adalah mekanisme pertahanan diri ketika pikiran, ingatan, atau dorongan yang menyakitkan dijauhkan dari kesadaran. Berbeda dengan sengaja menyingkirkan suatu pikiran, represi terjadi tanpa kamu memilihnya. Isinya tidak hilang. Ia cenderung kembali secara tidak langsung, lewat suasana hati, mimpi, ketegangan, atau reaksi yang terasa tidak sebanding.

Melindungimu dari

Perasaan atau ingatan yang akan membuatmu kewalahan, atau yang kamu pelajari sebagai hal yang tidak boleh dirasakan.

Contoh Represi

Amarah

Kamu dibesarkan untuk selalu bersikap manis dan tidak ingat kapan terakhir kali kamu marah, tetapi kamu selalu sakit kepala setiap habis berkunjung ke keluarga.

Duka

Kamu menangis di pemakaman, lalu tidak pernah lagi sejak itu. Bertahun-tahun kemudian, sebuah lagu di toko tiba-tiba membuat air matamu mengalir.

Keinginan

Kamu tidak menganggap dirimu ambisius, tetapi anehnya kamu langsung merasa hambar setiap kali seorang teman naik jabatan.

Masa kecil

Satu tahun yang sulit hampir seluruhnya kabur dalam ingatan, sementara sisa masa kecilmu teringat dengan jelas.

Represi, langkah demi langkah

Satu momen, ditelusuri mata rantai demi mata rantai. Pertahanan adalah mata rantai yang membuat sisanya tetap tersembunyi.

Momennya

Seorang rekan kerja mengakui idemu sebagai miliknya dalam rapat.

  1. 01 · PerhatianIdemu, tapi keluar dari mulutnya.
  2. 02 · InterpretasiTidak masalah. Yang penting tim berhasil.
  3. 03 · EmosiTidak ada yang bisa kamu namai. Belakangan, rasa lelah yang berat.
  4. 04 · TubuhSakit kepala menjelang sore, leher kaku.
  5. 05 · PertahananRepresi: amarahnya tidak pernah sampai ke kesadaran.
  6. 06 · Keyakinan akarKalau aku marah, aku tidak akan disayangi.
  7. 07 · TindakanKamu diam saja dan lembur untuk menyelesaikan slide presentasinya.

Bagaimana rasanya di tubuh

Karena perasaan yang direpresi tidak sampai ke kesadaran, tubuh sering menjadi tempat pertama ia terlihat: ketegangan kronis, sakit kepala, kelelahan, tersentak saat mendengar kata-kata tertentu. Sinyal-sinyal ini bisa punya banyak penyebab, jadi anggaplah sebagai petunjuk yang layak ditelusuri, jangan pernah sebagai bukti adanya sesuatu yang tersembunyi.

Keyakinan yang sering dilindunginya

  • Marah membuatku jadi orang yang buruk.
  • Kalau aku membiarkan diriku merasakannya, aku akan kewalahan.
  • Orang baik tidak menginginkan apa pun untuk dirinya sendiri.

Bedanya dengan mekanisme lain

Penyangkalan
Dalam penyangkalan, kamu sadar akan faktanya tetapi menolak maknanya. Dalam represi, pikiran atau perasaan itu sendiri tidak sampai ke kesadaran.
Sublimasi
Sublimasi menyalurkan dorongan yang tidak bisa diterima ke kegiatan yang dihargai, sehingga energinya terpakai. Represi mengunci dorongan itu, sehingga energinya bocor keluar secara tidak langsung.

Matang atau belum matang?

Tingkat · Hambatan mental

Menjauhkan perasaan atau gagasan yang mengancam dari kesadaran, sementara kamu tetap berfungsi.

Skala Fungsi Pertahanan DSM-IV menempatkan represi di tingkat hambatan mental: mekanisme pertahanan yang menjauhkan gagasan atau perasaan yang mengancam dari kesadaran sambil tetap membiarkanmu berfungsi. Gagasan tentang memulihkan ingatan trauma yang direpresi masih diperdebatkan secara ilmiah. Bentuk sehari-harinya, yaitu tidak merasakan emosi yang jelas-jelas ada, jauh lebih tidak kontroversial.

Pertanyaan untuk mengenalinya dalam dirimu

Ini bukan tes. Jawablah untuk satu momen tertentu, bukan untuk hidupmu secara umum.

  1. Emosi apa yang hampir tidak pernah aku rasakan?
  2. Kapan aku mengalami sakit kepala, lelah, atau tegang tanpa sebab yang jelas?
  3. Reaksiku yang mana yang lebih mengejutkan orang lain daripada diriku sendiri?
  4. Perasaan apa yang tidak boleh aku rasakan waktu aku tumbuh besar?

Pertanyaan umum

Apa perbedaan represi dan supresi?
Supresi dilakukan secara sadar: kamu memutuskan untuk menyisihkan suatu kekhawatiran sampai nanti. Represi terjadi secara tidak sadar: perasaan atau ingatan dijauhkan dari kesadaran tanpa kamu memilihnya. Supresi tergolong mekanisme pertahanan yang matang; represi tidak.
Bisakah emosi yang direpresi menimbulkan gejala fisik?
Banyak orang merasakan ketegangan, kelelahan, atau sakit kepala bersamaan dengan perasaan yang tidak mereka ungkapkan, dan penelitian mengaitkan kebiasaan menekan emosi dengan respons stres. Namun gejala fisik punya banyak penyebab, jadi periksakan diri ke dokter alih-alih langsung menganggapnya berasal dari emosi.
Apakah ingatan yang direpresi itu nyata?
Represi perasaan dalam keseharian diterima secara luas. Apakah ingatan traumatis bisa terblokir sepenuhnya lalu dipulihkan kembali secara utuh masih diperdebatkan para peneliti, dan ingatan yang dipulihkan bisa dibentuk oleh sugesti.

Mekanisme pertahanan terkait

Mekanisme pertahanan diri

Sumber

  • Freud, A. (1936). The Ego and the Mechanisms of Defence. London: Hogarth Press.
  • American Psychiatric Association (2000). Defensive Functioning Scale. In Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th ed., text rev. (DSM-IV-TR), Appendix B.
  • Vaillant, G. E. (1992). Ego Mechanisms of Defense: A Guide for Clinicians and Researchers. Washington, DC: American Psychiatric Press.

Diperbarui: